Di tengah rutinitas harian, ada persoalan mendasar yang sedang menghimpit sebagian warga Banyumas: akses terhadap air bersih. Meski Banyumas dikenal sebagai daerah dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, ternyata tidak semua warganya bisa menikmati kemudahan tersebut. Di beberapa titik, terutama di wilayah perdesaan dan dataran tinggi, krisis air bersih masih menjadi kenyataan pahit.
Warga Pegalongan krisis air
Ratusan warga yang tinggal di tiga RT di Desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja, kini tengah mengalami krisis air bersih. Lokasi mereka berada di sekitar Gunung Cunil, wilayah yang relatif tinggi, membuat akses air semakin terbatas. Selama dua bulan terakhir, kekeringan ini menimbulkan keresahan dan gejolak sosial. Warga harus berusaha keras demi mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak hingga mandi dan mencuci. Tidak sedikit yang harus berjalan jauh hanya untuk mengisi beberapa jerigen air, sebuah pekerjaan berat yang menyita waktu dan tenaga.
Sumber air mulai mengering
Kondisi semakin memprihatinkan karena keterbatasan sumber air memaksa warga untuk antre panjang, bahkan kadang sampai berebut, di mata air yang tersisa. Ironisnya, mata air tersebut kini mulai mengering, menambah tekanan bagi masyarakat. Krisis ini jelas bukan masalah sepele. Jika dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan serius, dampaknya bisa meluas ke kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi warga. Harapan kini tertuju pada pemerintah daerah dan berbagai pihak yang bisa membantu memberikan solusi nyata, baik dalam bentuk droping air bersih maupun pembangunan infrastruktur air jangka panjang.
Dampak sosial dan tuntutan solusi
Kekeringan yang berkepanjangan ini bukan hanya soal teknis pasokan air, tapi juga soal keadilan sosial. Warga Pegalongan merasa seperti terpinggirkan karena kebutuhan dasar mereka tidak terpenuhi. Dalam jangka panjang, krisis semacam ini bisa memicu ketidakpuasan dan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Oleh karena itu, langkah cepat dan terukur sangat dibutuhkan. Apakah dengan membangun saluran distribusi baru, memanfaatkan teknologi penampungan air hujan, atau menyediakan sumber alternatif yang lebih stabil, semua opsi perlu segera dipertimbangkan.
Air adalah kebutuhan mendasar yang seharusnya dijamin ketersediaannya. Jika di Banyumas masih ada warga yang harus antre dan berebut air bersih, maka ini adalah alarm serius bagi pemerintah dan semua pemangku kepentingan. Pegalongan hanyalah satu contoh, bisa jadi ada wilayah lain yang bernasib sama.
